Seperti sekarang adalah al-asya’irah mengklaim mereka sebagai as sawaadul a’zham. Kalau as sawaadul a’zham berarti memang mesti diikuti dan pasti benar karena jumlahnya mayoritas. Bahkan mereka mengatakan 95% umat Islam seluruh dunia asy`ary atau maturidi.

Kajian Hadits As Sawaadul A'zham Dan Panduan Mengikuti Kebenaran oleh Ustadz Dr Dasman Yahya Ma’aly, Lc.MA (Dasman Ma'ali)

Di zaman ini mengklaim siapa yang paling banyak itu yang paling benar, padahal sebenarnya siapa yang banyak yang dominan (kekuasaannya), tapi kalau itu jaminan benar maka enggak. Keluarlah diantara yang keluarkan jurusnya hari ini.

Keluar jurus hadits fa`alaykum bis-sawaadil a`zham tadi mau saya sampaikan kurang rela nampaknya. Lama-lama nanti kalau kurang jelas. Nanti insya Allah boleh ditanyakan, jadi hadis tentang di antara hadis yang diriwayatkan bila terjadi ikhtilaf maka kalian ikut kelompok yang paling kelompok yang paling besar. Pertama kita dudukkan dulu, sama seperti kata orang-orang arab, pepatahnya, apa itu?

Pastikan hadits ini Shahih atau Shahih atau tidak, sebab kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah, seperti yang dikatakan Syekh, di sini menyebutkan 30 hadis, dia 30 hadis, 25 sahih, 3 Hasan, 2 hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Usman. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda umat ini tak akan bersatu di atas kesesatan.

nggak akan bersatu di atas kesesatan, sepakat dia buat sesat, tidak mungkin umat ini sepakat berbuat sesat. Riwayat tentang sampai dengan lafaz ini, banyak, banyak sambungannya, ini yang jadi masalah kalau kalian melihat perselisihan, kan banyak presiden di akidah berselisih di ibadah, kaum muslimin.

Mempertontonkan mungkin tidak apa, namanya tidak luhurnya Budi dan akhlak dia lebih menyumbangkan hawa kedepankan hawa. Nah, kalau kamu melihat terjadi ikhtilaf, Apa yang dilakukan, maka Ikutilah kelompok yang paling yang paling besar, hadis ini di sananya terdapat dua Rawi, ndak sebelumnya.

Namanya Hazim, beliau itu adalah matrukun. Hadits Lim, dia Ini lemah sekali, bahkan menuduhnya berdusta. Nah, kalau sanadnya seperti ini, kalau seandainya sendiri dan tidak berbeda dengan pendapat yang atau bukan pendapat riwayat yang lain, padahal yang lain bukan.

Apa yang dimaksud dengan jamak pertama, jadi hadis ini hadits tentang hadis yang sangat lemah sekali, ada yang sangat lemah sekali, oleh itu Imam al-mushiri dalam Jawa menyebutkan banyak jalannya, tapi semuanya ada kelemahan, yaitu hadis tersebut. Kemudian Al Hakim berangkat dari Jalan.

Ibnu Barok bin Abi suheng, Maula Abdul Aziz bin suhaib, dengan lafaz yang berbeda, dengan apa yang berbeda, dan di sananya terdapat Warok, IBN Abi suhehem juga, berarti dari sisi riwayat hadits ini, samping sanadnya mungkar, juga berbeda dengan riwayat-riwayat yang lain, misalnya ini, maksudnya Ahlussunnah karena Allah tak mungkin mengumpulkan umat ini dalam tidak mungkin, manis banget makanya ijma.

Adalah dalil, bila umat ijma, maka dalilnya jelas, kaum muslimin, misalnya sudah ijma di kalangan ulama tentang wajibnya salat, kalau ada yang bilang salat ndak wajib, berarti dia, kalau dia mengatakan salat ndak wajib, berarti dia menyalahi, cuma mengingkari yang ijma, makanya orang ini, para ulama mengingkari wajibnya salat, karena itu adzan, dan masih banyak, sebanyak 30 hadis yang dilakukan oleh Syekh Abdullah, nah andainya pun hadis itu, saya misalnya.

Hadis itu Shahih, Siapa yang dimaksud dengan assawadul, itu saya juga, yang Sebutkan. selalu membanggakan jumlah mereka yang banyak, kekuatan mereka yang hebat, mayoritas, kalau keteliti seluruh musuh dakwah sepanjang zaman selalu membanggakan jumlah yang banyak, umat Nabi Nuh, mana Nabi Muhammad SAW, mengatakan, dan sekarang juga hal yang sama terjadi, seperti tadi, seorang ulama tadi mengatakan, mereka mengatakan jumlahnya paling banyak, lalu silakan ya, untuk menjawab ini sangat mudah, satu yang dimaksud dengan jumlah yang banyak itu, ulamanya, atau orang awamnya, orang awamnya, atau ulamanya, kalau yang dimaksud dengan orang awamnya seperti sekarang adalah jumlahnya banyak, mereka mengatakan 95% umat Islam seluruh dunia, ini.

Surveinya lembaga ini, sama sekali tidak dibuktikan dengan data yang benar dan valid. 1 pemahaman, Syekh Abdul Hasan Asy’ari, rahimahullah, itu sudah lahir di awal abad ke-4, karena beliau lahir 3 00 biru, lahir 300 ndak juga, 200 ndak juga, beliau lahir 2060, 40 tahun ikut pemahaman mu’tazilah, Sebab Ayah beliau, Ayah atau ayah sambungnya, ayah tirinya, induk pemahaman mu’tazilah, tapi setelah berburu dengan atau membaca dengan Abdullah, ikut pula aliran gula, sehingga beliau punya akidah yang dinisbatkan kepadanya, itu aqidah Abul Hasan Al Asy’ari, yang itu yang diwarisi tadi, klaim sebagai akidah 95% lebih umat Islam di seluruh dunia, lain setelah itu beliau berubah, di akhir-akhir hayatnya, beliau menulis Kitab Al ibanah, menyatakan, beliau meninggalkan akidah yang sekarang dianut, kabarnya oleh 95%, abad ke-4, sudah menyebar, aqidah itu sudah banyak, jelas, Kemudian beliau, di mana tinggalnya, di mana tinggalnya, Maka kalau yang dimaksud, orang awam, dimaksud dengan orang awam, yang 95% itu, silahkan ditanya, orang awak kita, ndak ada, orang awam yang memahami, sesuatu yang ada, tidak bertempat, ada, nggak, orang awam yang mengatakan, sesuatu, ada, tidak bertempat, barangnya, ada, tapi tidak bertempat, ada, nggak, di atas, ndak, di bawah, ndak, di kiri, ndak, di kanan, ndak, dibuka, ndak, di belakang, itu sifat, barang, yang dia, yang tiada, dan ini adalah dasar utama akidah, jelas, kadang, Ahlussunnah, ahlussunnah, Allah baginya, jelas, di mana, orang awam, kemanapun, Antum pergi, nak di Arab, nak diajak, Nak Di Timur, dimana, Allah, ada, yang bilang, bapak-bapak, dan ibu-ibu, apa yang menimpa kita hari ini, ini, semuanya sudah ketentuan, yang tidak bertempat, nggak ada, pasti, bilang, sudah ketentuan, yang bisa, pidato, kayak gitu, atau orang, dapat, musibah, di kusuk-kusuknya, sabar, Maya, minta, sama yang di, yang tidak bertempat, nggak ada, karena memang, nggak ada, dalilnya, yang seperti itu, m, didapatkan, Alkitab, Abdul kahir Al Baghdadi, dan dalam kitab, bukan, yang lainnya, antara wafat, beliau, dengan Ali Bin Abi Thalib, 380 tahun, lebih, Antum meriwayatkan hadits dari nabi, lalu, untuk bilang, Hadis Shahih, gimana caranya, Antum, mereka, jadi antara wafatnya Abdul kahir Al Baghdadi dengan Ali Bin Abi Thalib 380 tahun, tanpa tempat, ada stiker di mobil, harusnya yang tertulis, ar-rahman, yang mengatakan, itu, gak hilang oleh akal, yang tidak, saya kalau orang awam, saya sudah banyak juga, saya keluar negeri, lah, ndak ada yang bilang, Allah tidak tahu, dia itu, kemudian, orang awam, ndak mengenal, bercakap, kecuali, pakai huruf, dan suara, orang awam, kalau disuruh, saya begini, jawabannya, gimana, saya begini, aja, ditanyakan, Jawabannya apa, mereka, baru mengenal, bercakap, itu adalah, yang ada, huruf, ada, syarat, sedangkan, dalam akidah, berbicara, Allah tak lagi, huruf, gak pakai, orang awam, mana yang, mengakui, itu, yang berpaham, seperti itu, orang awam, kaum muslimin, apapun, pasti, mengatakan, Alquran, ini, perkataan, Allah, dimanapun pergi, Di mana, saya, orang awam, semua, yakin, dan percaya, Bahwasanya, Allah di atas, tadi, kan, hanya, di manapun, raja-raja, orang awam, ndak paham, dia, bahwa, tubuh, yang namanya, zat, itu, mesti, ada, empat, Jauhar, di dalamnya, atau tidak, dan, itu adalah, kaedah, asal, dan utama, dalam mazhab, syair, dan madu, madhu, di mana dikatakan, itu, mazhab, mayoritas, orang awam, dengar, hadits dari Nabi, Shallallahu, alaihi wasallam, yang tak, Shahih, aja, kadang, Kalau, sebut nama nabi, diterimanya, yang ndak sahih, saja, kalau, syair, anda, hadis, walaupun, Shahih, dari nabi, di mana, pula, orang awam, berpaham, asa, bangsa, dicari, lagi, makna, yang lain, kalau, Nabi bilang, di atas, mereka, katakan, di atas, kalau, ini, ndak, maksudnya, kalau, dikatakan, masuknya, yang, mayoritas, para ulamanya, 95% tadi, saya katakan, nih, buka kitab, tadi, Baghdad, Imam al-khatiban, abad ke-5, beliau hidup sampai 463, pada Abul Hasan Al Asy’ari

sudah wafat 324, berarti, saya abad lebih, itu ya, dari wafatnya, dan ulama-ulama asahirah sudah ada, nah, coba lihat, Berapa orang, dari sekian banyak ulama, yang bermazhab Asy’ari, dalam tari yang berbeda dosa, 100, dari 1000, ndak, lima, dari 1000, aja, coba, Jadi, kalau dia mengatakan, bahwa mayoritas ulama dari asyairah pun, belakangan itu semuanya, mau kalian yang.

Mengikuti ulama sunnah sebelumnya, lalu ditambah-tambahkannya, dia dapatkan dari dirapatkan dari Ibnu Munzir, dia dapatkan dari itu, yang dikumpulkannya, Kemudian ditambahkan dengan perkataannya, Alangkah bagusnya, mereka tidak tambahkan, karena rusak, jadinya yang gara-gara nilai setitik rusak, susu, sebelanga, kalau mereka cukup, menukil, dari para ulama-ulama ahli sunnah, yang mengikuti sahabat, saja, berdasarkan Alquran, dengan dalil, tidak ditambahkan dengan pikiran-pikiran mereka, yang menyesatkan, itu, Mereka banyak, mengklaim, Al Hakim Anisaburi, itu, berbahasari, Loh, kok bisa, padahal, Imam al-hakim, beliau, yang meriwayatkan, dari Ibnu khuzaimah, Imamul, aimmah, asafi’i, bahwa, Siapa yang tidak mengakui Allah di atas, Arsy, maka dia, Kaf, Alif, Farah, yang ndak jelas, Itu Allah, wujud, bila, makan daripada ar-rahman, kaidah ini, sesuai dengan akalnya, Ayat tersebut, dengan akalnya, berarti, ayat, benar, sesungguhnya, akan ditolak, Mana, ada orang awamnya, seperti itu, mana, ada ulama ahlussunnah, yang seperti itu, bedanya, berarti, di ulama, mayoritas, di orang awam, pun jauh lagi, tidak benarnya, nggak, paham, orang, dipakai, untuk akidah, orang awam, asal, ada hadis, jangankan,

Kalau, antum, sampaikan, kalau masyarakat nabi, Ini Hadis Mutawatir, ndak, mungkin, ndak, masuk, Agam, di mana pula, ada orang awam, yang kayak gitu, jelas, jadi pertama hadisnya tidak, hadisnya tidak sahih, bahwa, mayoritas adalah tanda kebenaran, mayoritas benar, maksudnya adalah ulama menyebutkan, Ya, seperti ini, yang dimaksud adalah mayoritas di masa sunnah, masih dominan di masa sahabat, dan bahasa, tapiin, karena mereka sebaik-baik kaum.

Tapi kalau barang kangen, ndak, Kalau sudah dominan, ahli bidah, sekarang, kaum muslimin, mayoritas, umat belajar agama atau tidak, mayoritas umat belajar serius agama atau tidak, ikut ikut nenek moyang, ikut kearifan masyarakat, dibuatnya.

Disuruh tinggal masyarakat, suruh tinggal.”

Semoga teks ini membantu. Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

Link video kajian https://www.youtube.com/watch?v=SQ76soj9GIU

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *