Kenapa Negara-Negara Arab Tidak Menyerang Negara Yahudi
Kenapa Negara-Negara Arab Tidak Menyerang Negara Yahudi

Faidah Ringkas dari Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
Belum lama ini, konflik antara Negara Yahudi dan Palestina kembali pecah. Kejadian ini menjadi tanda akan ketegangan dan konflik yang berkepanjangan yang tak kunjung mereda. Negara Yahudi yang terus ingin merampas bagian-bagian dari negara Palestina, melawan rakyat Palestina yang ingin mempertahankan tanah kelahiran mereka.

Sebagai saudara sesama muslim, maka jelas kita berada di pihak Palestina dan mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kembali hak-hak mereka yang selama ini dirampas oleh negara Yahudi

Sebagian orang pun bereaksi dan menyindir seakan-akan menuntut dan mempertanyakan, kemana saja negara-negara Arab, kok mereka diam dan tidak bersatu membantu melawan negara Yahudi itu?

📗Lengkapnya silahkan baca di artikel:

Singkatnya begini:

  • Tahun 1967 sudah pernah terjadi perang tiga negara Arab, Mesir, Suriah, dan Yordania vs Negara Yahudi, dan hasilnya Negara Yahudi menang dan mereka semakin leluasa untuk mencaplok beberapa wilayah-wilayah di Palestina.
  • Zaman now, ikut campur dalam konflik negara lain tidak semudah dan sesederhana anak sekolah tawuran atau tawuran antar kampung. Secara aturan internasional, sebenarnya suatu negara tidak boleh menyerang negara lain efeknya nanti jadi pembenaran bagi negara pembenci Islam untuk menyerang balik negara Arab tersebut.
  • Bukan makin damai, malah konflik dan peperangan yang akan semakin meluas dan boleh jadi memicu perang dunia ketiga, dan otomatis korban adalah warga sipil, kaum muslimin tidak tenang dalam beribadah.
  • Seolah diam tidak membantu Palestina untuk perang itu buruk, tapi ini mencegah keburukan yang lebih besar, dalam Islam kita diajarkan jika ada 2 keburukan, untuk memilih keburukan yang lebih ringan dibanding keburukan yang lebih besar.
  • Tapi bukankah kalau menang, maka itu kebaikan? Kekuatan kaum muslimin perlu dipertimbangkan, apakah dalam kondisi kuat atau lemah. Karena kondisi internal negara-negara Arab ini juga tidak baik-baik saja, misalnya di Mesir, Suriah, dll, urusan dalam negara mereka sendiri juga sedang banyak masalah. Dan jika konflik internal membesar, malah semakin dimanfaatkan oleh para pembenci Islam untuk memanfaatkan moment ini untuk menghancurkan negara Islam dari dalam.
  • Intinya banyak pertimbangan sebelum memutuskan terlibat dalam konflik global. Tidak membantu perang = tidak ada usaha, BUKAN SEPERTI ITU KONSEPNYA! Tetap ada kegiatan-kegiatan diplomasi agar konflik ini bisa mereda, juga dukungan materi dan bantuan-bantuan lainnya, hendaknya kita sibuk dengan daya upaya maksimal kita dan terus mendoakan mereka dalam kebaikan.

✍️ dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.

📎 Follow juga akun kami:
@kajian_raehanul_bahraen
@muslimafiyahacademy
@muslimafiyahcom

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *