(Kisah Nyata) Akibat Mencela Hadits Nabi Tentang Siwak dan Cuci Tangan

  • 2 min read
  • Jun 13, 2020

Tidak pantas bagi seorang muslim mencela hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam, melecehkan sunnahnya, mengolok-oloknya, padahal jika manusia tak beragama saja tidak diajarkan menghina seorang manusiapun, lalu bagaimana mungkin seorang muslim mencela manusia paling mulia, kekasih Allah, penghulu para Nabi?
.
Karena seseorang yang masuk dalam agama islam, dia bersyahadat, dan di antara kalimat syahadat nya adalah :
Asyhadu Anna Muhammadan Rasuulullah.

Dan di dalam syahadat “Muhammad Rasulullah” ini ada dua rukun, yaitu kalimat “‘abduhu wa rasuluh ” artinya: hamba-Nya dan utusan-Nya). Dua rukun ini menafikan (meniadakan) ifrath (artinya: berlebih-lebihan) dan tafrith (artinya meremehkan) pada hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Intinya tidak berlebihan terhadap Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam (seperti  menuhankan beliau), atau merendahkan beliau, seperti contoh kisah di bawah ini.

Beliau Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini.

Dan diantara syarat syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah” adalah:
1. Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati.
2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan.
3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya.
4. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang ghaib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang.
5. Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia.
6. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.

💥 Akibat Mencela Hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam
.
gambar tangan, jangan mencela hadits nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam

Imam Muhammad bin Isma’il menyebutkan dalam kitabnya,
Syarh Shahih Muslim,
“Saya mendengar dalam sebagian hikayat bahwa ada sebagian ahli bid’ah ketika mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam :
.

إذا استيقظ أحدُكم من نومِهِ، فلا يَغْمِسْ يدَه في الإناءِ حتى يغسلَها ثلاثًا . فإنه لا يَدْرِي أين باتت يدُه

.
‘Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia memasukkan tangannya ke bejana sehingga dia mencucinya terlebih dahulu, sebab dia tidak tahu di mana tangannya bermalam.’
(HR. Muslim: 103)
.
Ahli bid’ah itu dengan nada mencela (tentang hadits Nabi tersebut, red) berkomentar,
Saya tahu kok di mana tanganku bermalam, ya di atas kasur!
Maka tatkala (terbangun) di pagi hari, ternyata dia memasukkan tangannya ke duburnya hingga sampai siku-sikunya!”
.
Imam at-Taimi mengomentari kisah di atas,
Maka hendaknya seorang takut dari merendahkan sunnah Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Lihatlah kesudahan mereka yang sangat mengenaskan di atas.
.
Imam Nawawi berkata setelah membawakan kisah di atas,
.
“Mirip dengan kasus ini adalah apa yang fakta terjadi pada zaman kita sekarang ini dan beritanya mutawatir serta telah shahih menurut para hakim bahwa ada seorang yang beraqidah jelek dari kota Bushra pada awal tahun 665 Hijriyah.
.
Dia punya seorang anak yang shalih. Suatu hari, anaknya datang dari gurunya yang shalih membawa siwak. Ayahnya mengatakan dengan nada mengejek,
.
Gurumu memberimu apa?” Jawab sang anak, “Siwak ini.
.
Lalu sang ayah mengambil siwak tersebut dan meletakkan di duburnya sebagai penghinaan (atas hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam tentang keutamaan bersiwak, red).
.
Selang beberapa hari, ayah tersebut mengeluarkan dari duburnya sejenis ikan. Lalu setelah itu atau selang dua hari berikutnya orang itu meninggal dunia.
.
Semoga Allah melindungi kita dari bala-Nya dan memberikan taufik kepada kita untuk mengagungkan sunnah dan syi’arnya.”

Bustanul ’Arifin hlm. 113–114 oleh Imam Nawawi, cet. Dar Ibnu Hazm.
Lihat pula kisah lebih detail dalam al-Bidayah wan Nihayah 13/249 oleh Ibnu Katsir.

.
Sumber: Ebook: Aneh & Lucu, 100 Kisah Menarik Penuh Ibrah oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi
Download eBook nya di sini https://abiubaidah.com/ebook
.
.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *