MAKNA Hadits “SEBELUM KERINGAT KERING”

  • 2 min read
  • Apr 18, 2020

MAKNA SEBELUM KERING KERINGAT

 

Sering kita jumpai ada oknum majikan tidak memberi upah tepat waktu, bisanya, ironisnya upah di berikan keringat pekerja dah lama kering , lewat limit waktu yang di sepakati tak di berikan.

Sebenarnya apakah yang di maksud upah di berikan sebelum keringat kering dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam ?

Allah Ta’ala berfirman mengenai anak yang disusukan oleh istri yang telah diceraikan,

فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ


“Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya.” (QS. Ath Tholaq: 6).

Dalam ayat ini dikatakan bahwa pemberian upah itu segera setelah selesainya pekerjaan.

Sebelum keringat kering


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan memberikan upah sebelum keringat si pekerja kering. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ


“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih).
Maksud hadits ini adalah bersegera menunaikan hak si pekerja setelah selesainya pekerjaan, begitu juga bisa dimaksud jika telah ada kesepakatan pemberian gaji setiap bulan.

Al Munawi berkata, “Diharamkan menunda pemberian gaji padahal mampu menunaikannya tepat waktu. Yang dimaksud memberikan gaji sebelum keringat si pekerja kering adalah ungkapan untuk menunjukkan diperintahkannya memberikan gaji setelah pekerjaan itu selesai ketika si pekerja meminta walau keringatnya tidak kering atau keringatnya telah kering.” (Faidhul Qodir, 1: 718)

“Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholiman” (HR.Al- Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)

Bahkan orang seperti ini halal kehormatannya dan layak mendapatkan hukuman, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ


Orang yang menunda kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukuman
(HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa-i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, hadits hasan).

Maksud halal kehormatannya, boleh saja kita katakan pada orang lain bahwa majikan ini biasa menunda kewajiban menunaikan gaji dan zholim. Pantas mendapatkan hukuman adalah ia bisa saja ditahan karena kejahatannya, dan atau diberi kewajiban memberi kompensasi tersebut.. sumber muslim. Or.id dgn tambahan dari AHSI

Sumber: https://www.facebook.com/annur.okipp/photos/a.1497785197019969/1920771998054618/

Walau mudah secara teori, tapi terkadang pada prakteknya ada saja kendala agar bisa tepat waktu ini, maka semoga Allah mudahkan kita menjadi orang-orang yang menyegerakan pemberian / hak orang lain atas kita.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *