Perbedaan Nama Allah Al-Ghafuur dan Al-‘Afuww

  • 2 min read
  • May 15, 2020

Perbedaan Al-Ghafuur dan Al-‘Afuww sebagai Nama Allah

Al-Ghafuur (الغَفُوْرُ), dosa yang diampuni Allah masih tercatat di buku amalan tetapi sudah tidak berdampak pada adzab. Sedangkan Al-‘Afuww (العَفُوُّ), dosa yang diampuni oleh Allah sudah dihapus dari buku catatan amal. Allahu A’lam

Perbedaan Nama Allah Al-Afuw dan Al-Ghafur

Makna Allah Al-Ghofuur

(الغَفُوْرُ)

Maksudnya adalah Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun. Di mana Dia (Allah) mengampuni dosa seorang hamba yang tercatat dalam buku amalannya. Karena dosa tersebut sudah diampuni, maka dosa ini tidak lagi berdampak pada hukuman adzab. Disebutkan di dalam Hadits,

حديث ابْنِ عُمَرَ – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللَّهَ يُدْنِى الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ ، وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا فَيَقُولُ نَعَمْ أَىْ رَبِّ . حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِى نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِى الدُّنْيَا ، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ . فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ ، وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيَقُولُ الأَشْهَادُ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ ، أَلاَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ (رواه البخارى و مسلم)

Hadits dari Ibnu Umar – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“(Nanti di hari kiamat), ‘Seorang mukmin mendekat hingga Dia meletakkan naungan-Nya ke atasnya, yaitu menutupi (dosa-dosa)-nya kemudian Dia berkata,
“Apakah kamu mengakui dosa ini?”
“Apakah kamu mengakui dosa ini?”
dia menjawab,
“Wahai Rabb-ku, saya mengetahuinya.”
Allah berfirman kepadanya:
“Saya telah menutupinya (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini aku telah mengampuninya bagimu.”
Kemudian diberikanlah kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya.
Adapun orang-orang kafir dan orang munafik, maka seluruh saksi akan mengatakan: “Inilah mereka yang telah mendustakan Rabb mereka, ketahuilah bahwa laknat Allah berlaku atas orang-orang yang zalim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Makna Allah Al-‘Afuww

(العَفُوُّ)

Maksudnya, Allah adalah Dzat Yang Maha Menghapus dosa.
Allah Al-‘Afuww menghapuskannya dari buku amalan sehingga seorang hamba tersebut tidak menjumpai (dosa-dosa)-nya. Dan, dia pun terbebas dari hukuman siksa.

Disebutkan di dalam riwayat,

قَالَ عَلِيٌّ : أَلا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلِ آيَةٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ، حَدَّثَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : مَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ، وَقَالَ : وَسَأُفَسِّرُهَا لَكَ يَا عَلِيُّ ، مَا أَصَابَكَ مِنْ مَرَضٍ ، أَوْ عُقُوبَةٍ ، أَوْ بَلاءٍ فِي الدُّنْيَا فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ ، وَاللَّهُ أَكْرَمُ مِنْ أَنْ يُثَنِّيَ عَلَيْكُمُ الْعُقُوبَةَ فِي الآخِرَةِ ، وَمَا عَفَا اللَّهُ عَنْهُ فِي الدُّنْيَا فَاللَّهُ أَجَّلُ أَنْ يَعُودَ بَعْدَ عَفْوِهِ (رواه أحمد والحاكم)

Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang ayat yang paling utama dalam Kitabullah Ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menceritakannya kepada kami, (yaitu ayat):
“(Apa saja musibah yang menimpa kalian maka disebabkan oleh perbuatan tangan-tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”

(QS. Ash-Shura [42] : 30)
Dan saya akan menafsirkannya kepadamu wahai Ali, apa-apa yang menimpa kalian berupa sakit, siksaan atau cobaan di dunia, maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian dan Allah ta’ala Maha Pemurah dari hendak meng-‘adzab dua kali kepada mereka ketika di akhirat sedangkan apa-apa yang Allah maafkan di dunia maka Allah ta’ala Maha Lembut dari hendak kembali setelah memaafkannya.” (HR. Ahmad dan Hakim)

Demikian dikutip dari Ustadz Muhammad Nur Yasin, Ketua Yayasan Nidaul Fithrah (YNF) Surabaya [1]

Dari penjelasan di atas maka terjawab juga pertanyaan yang serupa “apa perbedaan afwu dan maghfirah?“.

Penjelasan tambahan dikutip dari Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA [2]

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,

{إنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ}

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema’af lagi Maha Pengampun” (QS al-Hajj:60).

Syaikh as-Sa’di berkata, “Artinya: Dia maha memaafkan orang-orang yang berbuat dosa, dengan tidak menyegerakan siksaan bagi mereka, serta mengampuni dosa-dosa mereka. Maka Allah menghapuskan dosa dan bekas-bekasnya dari diri mereka. Inilah sifat Allah Ta’ala yang tetap dan terus ada pada zat-Nya (yang maha mulia), dan inilah perlakuan-Nya kepada hamba-hamba-Nya di setiap waktu, (yaitu) dengan pemaafan dan pengampunan…” [5].

Makna inilah yang dimaksud dalam doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dibaca pada lailatul qadr:

اللهم إنك عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pema’af, Engkau suka memaafkan (hamba-Mu), maka maafkanlah aku”

Kedua nama Allah yang maha indah ini memang memiliki makna yang hampir sama, meskipun nama Allah ‘al-Afuw memiliki makna yang lebih mendalam. Karena “pengampunan” mengisyaratkan arti as-sitru (menutupi), sedangkan “pemaafan” mengisyaratkan arti al-mahwu (menghapuskan) yang artinya lebih mendalam (dalam penghapusan dosa).
Meskipun demikian, kedua nama Allah ini jika disebutkan sendiri-sendiri maknanya mencakup keseluruhan arti tersebut. [8]

[1] https://nidaulfithrah.com/perbedaan-nama-allah-antara-al-ghofuur-dan-al-afuww/
[2] https://muslim.or.id/1832-al-afuw-yang-maha-pemaaf.html
[5] Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 388). https://muslim.or.id/1832-al-afuw-yang-maha-pemaaf.html#_ftnref5
[8] Lihat kitab “Fiqhul asma-il husna” (hal. 142). https://muslim.or.id/1832-al-afuw-yang-maha-pemaaf.html#_ftnref8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *