[Tanya] Bolehkah Membaca Kitab Fiqih Sunnah Karya Sayyid Sabiq?

  • 2 min read
  • Mar 31, 2020

Ada seseorang yang bertanya tentang bolehnya membaca kitab fiqih sunnah yang ditulis oleh syaikh Sayyid Sabiq, seorang ulama asal Mesir.

Buku Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq

Ust yg saya cintai krn Allah
Apakah Kitab Fiqih Sunnah Karya Sayyid Sabiq boleh kita jadikn sebagai referensi untuk belajar Fiqih ??
dan apakah Sayyid Sabiq termasuk ulama Ahlul Sunnah dan bermanhaj Salaf ??

http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/260-kitab-fiqih-sunnah

Jawabannya:

Kitab Fiqhussunnah Sayyid Sabiq

أحبك الله الذي أحببتني له

Kitab Fiqh Sunnah
Berikut kami terjemahkan pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Albani yang berhubungan dengan pertanyaan anda:
Pertanyaan:
Apa nasehat Anda kepada penuntut ilmu pemula tentang buku yang hendaknya dibaca oleh mereka?
Jawaban:
Dalam masalah fiqih Kami menasehatkan kepadanya untuk membaca kitab Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq sambil membaca referensi lain seperti Subulussalam, dan kalau dia membaca juga Tamam Al-Minnah maka ini lebih kuat(lebih bagus.pen) untuknya. (Al-Manhaj As-Salafi inda Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani oleh Amr Abdul Mun’im Salim hal.205)
Jadi membaca Fiqh Sunnah dianjurkan seperti yang dikatakan syaikh Albani, dengan tidak melupakan buku pendamping seperti kitab Subulussalam atau Tamam Al-Minnah oleh syaikh Albani yang berisi komentar-komentar beliau terhadap kitab Fiqh Sunnah

Tentang Sayyid Sabiq:
Adapun pribadi Sayyid Sabiq maka beliau adalah pecinta Sunnah akan tetapi beliau bermadzhab Asy’ari dalam masalah Tauhid Asma’ dan Shifat seperti yang diungkapkan oleh syaikh Abdurrazaq Afifi ( http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=6911)

Meski begitu ini BUKAN larangan untuk membaca kitab Fiqh Sunnah karena masalah Fiqih berbeda dengan masalah Aqidah, (walaupun saling berhubungan, red) disamping juga syaikh Albani menganjurkan penuntut ilmu untuk membaca kitab tersebut.

Wallahu a’lam

Apa itu Fikih (Fiqih) ? Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’. Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti:

  1. Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.
  2. Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/83-fiqih-islam.html

Juga dikutip dari IslamHouse.com

Fiqhus Sunnah karya Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah termasuk kitab fiqih kontemporer yang baik, susunan bab yang baik, uslub (gaya bahasa) yang rapi, serta jauh dari ungkapan yang rumit. Namun ada beberapa koreksi atasnya dari sisi hadits, manhajiyah, fiqhiyah dan ushuliyah. Silahkan rujuk kitab ‘Tamamul Minnah’ karya Syaikh Albany.

https://islamhouse.com/id/books/474040/
Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *