(Video Ceramah Pendek) Kemuliaan Ibu dan Wanita dalam Islam

  • 3 min read
  • Jun 09, 2020

(Video Pendek) Kemuliaan Ibu dan Wanita dalam Islam – Ustadz Syafiq Riza Basalamah

ISLAM MEMULIAKAN WANITA DAN IBU

Jamaah, rahimakumullah (semoga Allah merahmati kalian), di dalam agama islam tidak ada hari ibu.
Tanggal berapa hari ibu? Tanggal 22 Desember? Berapa bulan lagi?
Dua bulan lagi katanya. Pantaskah manusia mengingat ibunya hanya setahun sekali?

Kita ini yang jadi masalah, dijajah Belanda 350 tahun, akhirnya kita nggak pinter-pinter, Terus mau dibodoh-bodohi. Sampaikan kepada mereka “nahnu muslimin“(kita muslimin), kita tidak punya hari Ibu, karena sejatinya 365 hari dari hidup kita itu untuk Ibu dan Ayah kita.

Hari Ibu dalam Islam

Di barat, di negeri kafir sana, ketika anak umur 18 tahun, (maka) orang tua tidak punya lagi kuasa atas anaknya, anak bebas menentukan pilihan hidup. Putus hubungan anak dengan bapaknya.
Kalau sang ayah memaksa anaknya untuk kuliah, memaksa anaknya untuk berjilbab, maka sang ayah bisa dilaporkan sama anaknya dan bapaknya dipenjara, maka hubungan sosial diantara mereka nggak karu-karuan. Kemudian muncul sebagian orang yang mulai berfikir, untuk kembali berbuat baik sama ibunya, gimana kalau kita bikin dalam satu hari dalam satu hari untuk ibu kita. Oh iya ini ide bagus!

Mereka mengatakan ini ide yang bagus, makanya dibikinlah hari Ibu. Pada hari Ibu apa yang mereka lakukan?
Kirim hadiah buat ibunya, mengingat Ibunya, berterima kasih kepada Ibunya, membuat film-film pendek yang menunjukkan Bagaimana seharusnya anak berbuat baik kepada ibunya, tapi hanya setahun sekali.

Kan lebih baik Ustadz daripada tidak sama sekali?

Jamaah, jangan mengobati penyakit dengan penyakit!

Ketika kita bikin hari ibu, sang anak akan merasa sudah berbakti, kalau pada hari Ibu itu dia mengingat ibunya, selesai.
Hari Ibu dia mengajak ibunya makan bareng, kasih hadiah, selesai (khalas).
(Lalu anak akan mengklaim) Alhamdulillah ana sudah berbakti kepada ibu ana.
Subhanallah!

Itu sahabat yang ingin berjihad di jalan Allah disuruh pulang, disuruh diam di kaki ibunya, jangan kemana-mana 24 jam * 365 hari engkau bersama ibu. Itu Islam!
Tapi kita kadangkala, Jamaah, kita itu masih mau di bodoh-bodohin. Karena kita terus tersilaukan oleh peradaban Barat. (Padahal) Peradaban mana yang dibanggakan ?

Pemerkosaan yang terjadi hampir tiap menit di sana?
Pembunuhan yang terus ?
Perzinahan?
itu peradaban?
Kalau bicara teknologi, silakan contoh teknologi nya, tapi adab mereka (orang kafir) jangan dicontoh, kita punya adab sendiri sebagai seorang muslim.
Dan ingat Allah sudah menurunkan agama ini sempurna.
Kemudian bagi wanita-wanita, yang merasa haknya di dalam Islam disepelekan diabaikan, ada aktivis gender, ada emansipatoris, yang Mereka menginginkan persamaan antara lelaki dengan wanita, padahal engkau tahu lelaki dan wanita nggak sama.

Ana bingung jamaah, Ana bingung banget, ana kemarin baca berita di salah satu situs, ada seorang wanita Pakistan Kalau nggak salah, itu wanita jadi tukang bengkel, lalu di Blow Up mengatakan “Oh Pakistan sekarang sudah meninggalkan tradisi mereka, perempuan sudah boleh bekerja di bengkel.”

Kemuliaan wanita dalam islam

Allahu Akbar! Ini sebuah penghinaan buat wanita. Seharusnya dia menjadi ratu, seharusnya suami yang bekerja, kok wanita disuruh ke bengkel.
Ibu-ibu, kalau disuruh gantiin Suaminya kerja di bengkel mau? Sambil gendong anak, bongkar mesin.
Ini kezholiman buat wanita, karena masih ada yang berpikiran kalau wanita dirumah tidak bekerja.

Kata siapa wanita tidak bekerja?
Wallahi jamaah, buat kaum emansipatoris, buat aktivis gender yang agamanya Islam, Tolong buka al-Quran mu, baca al-Quran nya. Setelah khatam, engkau boleh berbicara, sebelum khatam, diam.

Allah berfirman:

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى

Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS. Ali Imran [3]: 36)

Allah mengatakan lelaki itu nggak sama dengan wanita

Haknya wanita dengan lelaki, jauh lebih besar wanita. Ketika datang kepada Nabi Shallallahu `Alaihi Wa Sallam seorang lelaki, (dia) mengatakan

Ya Rasulullah,

Siapakah manusia yang paling pantas mendapatkan kedekatanku?
Siapakah manusia yang pantas mendapatkan Pengabdianku? pelayananku?.
Kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ummuka (ibumu).
Ibu kita laki atau perempuan? karena muncul LGBT, yang Bapak-ibunya laki. (Ketika) anak ditanya, kamu mana ibunya? Ini. Siapa namanya? Soeparto.
Ibunya Soeparto nama nya? Naudzubillahimindzalik.

Kemudian yang lesbi, siapa bapak ibunya? Perempuan semua!
Siapa nama bapaknya?

Wallahi jamaah, negri kita hendak dirusak, dan kita harus berada di Garda terdepan menyelamatkan negeri kita. Jangan sampai bencana alam terjadi kembali karena dosa-dosa yang dibiarkan!
Jangan sampai adzab Allah turun gara-gara kita tidak mau peduli dengan kemaksiatan yang dilakukan di sekitar kita.

Nih lihat nih, sahabat bertanya siapa orang yang paling pantas mendapatkan Pengabdianku? kedekatanku? Ibumu!
Kemudian siapa ya Rasulullah?

Kemudian ibumu lagi.

Sahabat masih belum puas. Kemudian siapa lagi?

Kemudian ibumu lagi!

Yang keempat kali dia bertanya, kemudian bapakmu, kemudian yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat.

Subhanallah, jamaah, wanita di dalam Islam (dimuliakan seperti ini), kalau ada 100 orang atau 10 orang, yang harus dilayani oleh seorang lelaki/seorang anak, (misalnya ada 10) di list (daftar) itu yang pertama adalah ibu, nomor 2 Ibu, nomor 3 Ibu, nomor 4 bapak. Bapak nggak boleh iri sama (istrinya) ibunya (si anak).

Kita ini laki-laki tidak boleh cemburu dengan istri kita tatkala anaknya berbakti sama ibunya karena Allah yang memerintahkan dia lebih berbakti lebih kepada ibunya.

Ketika Allah memerintahkan agar berbakti kepada orang tua, Allah katakan ibunya. Ibunya yang hamil, ibunya yang melahirkan, ibunya yang menyusui, tiga hal ini yang tidak pernah dilakukan oleh bapak.

Bisakah bapaknya gantian sama ibunya untuk hamil? Nggak bisa.
Bisakah bapak mengganti melahirkan anak? Tau-tau ada Bapak menyusui anaknya? Nggak bisa.
Maka disitu, hak Ibu tiga kali di atas bapak.

Pria disuruh hamil ?

Ini adalah transkrip dari video berikut: Kemuliaan Ibu dan Wanita dalam Islam – Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *