(Video Islami) Bahayanya Kata Yang Kasar

  • 3 min read
  • Apr 02, 2020

Pernah terpikirkan bagaimana bahayanya kata yang kasar ketika asal diucapkan kepada orang lain tanpa dipikir-pikir terlebih dahulu? Nasihat untuk saya kami pribadi untuk bisa lebih memilih kata-kata yang baik sebelum diucapkan, belajar untuk mengurangi rasa sakit hati pada orang lain dengan mengetahui bahayanya kata yang kasar. Video islami berikut ini menggambarkan betapa menyakitkan nya kata-kata yang kasar, sebagaimana tersakitinya fisik maka hati pun bisa tersakiti, bahkan terkadang melebihi sakitnya fisik.

Lihatlah kekuatan kata-kata dan bahayanya dalam video inspiratif ini (1,5 menit) berjudul “Kata-kata Bisa Melukai”, sebuah video inspiratif Islami dan motivasi bagi setiap muslim yang merindukan surga.

Baiknya ucapan seorang muslim menggambarkan dirinya adalah seorang muslim sejati. Inilah makna potongan hadits : “al-muslimu man salima al-muslimuuna min lisaanihi wa yadihi” artinya seorang muslim sejati adalah orang yang mana muslim/orang islam lainnya selamat dari keburukan lisannya, selamat dari keburukan tangannya.

Selengkapnya, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Islam artinya berserah diri, konsekuensinya ketika seorang manusia mengaku bahwa dia beragama Islam, maka dia akan berserah diri kepada Allah sepenuhnya, menyempurnakan peribadatan hanya kepada Allah semata, dan berusaha menunaikan kewajibannya kepada Allah, begitu juga kewajibannya kepada sesama muslim.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, “al-muslimu man salima al-muslimuuna min lisaanihi wa yadihi“, bahwa seorang muslim yang hakiki adalah ketika saudara muslim lainnya aman dari lisannya, dan dari tangannya. Dan ini adalah kewajiban yang sangat mendasar pada diri seorang muslim.
Dan ketika saudara segamanya saja tidak selamat dari keburukan lisannya, terlebih lagi tangannya, maka itu menunjukkan tanda bahwa orang tersebut kadar keimanannya kurang, tidak sempurna.

Jika iman sudah memenuhi relung hati seorang muslim, maka dipastikan dirinya akan selalu termotivasi untuk mengamalkan hak-hak iman yang ada pada dirinya, baik itu terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. [1]

Dan tentu berbeda antara orang yang berusaha untuk menjaga lisannya, tapi masih berkali-kali keluar kata-kata yang buruk dari lisannya, dengan orang yang sama sekali tidak pernah memperhatikan apa yang diucapkannya.
Orang yang pertama akan senantiasa berusaha mengevaluasi apa-apa saja dari ucapannya yang telah terlanjur diucapkan, berusaha memperbaikinya tutur katanya, atau segera meminta maaf ketika didapati ada ucapannya yang menyakiti saudara nya, sementara orang yang kedua tidak pernah terpikirkan baginya apakah ucapannya pernah menyakiti saudara nya sesama muslim atau tidak. Sungguh, dia tidak pernah memperdulikannya. Dan kita berlindung agar tidak termasuk kepada golongan yang kedua ini.

Dan potongan hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam “muslim lainnya selamat…” tidak berarti bahwa kita bebas menyakiti orang di luar islam dengan kata-kata yang kasar, maupun perbuatan yang kasar, tapi menjaga keburukan lisan dan tangan ini berlaku juga kepada setiap orang yg dilindungi darah, harta, dan kehormatannya di dalam islam, seperti kategori kafir mu`ahad misalnya (orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum Muslimin) atau kafir dzimmi ( orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin).
Maa syaa Allah… betapa indahnya ajaran islam dalam menjaga hak-hak manusia [2]

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita Taufik-Nya dan memudahkan kita untuk bisa menjaga lisan dan tangan ini dari keburukan yang bisa menyakiti kaum muslimin, dan manusia pada umumnya, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi Taufik.

[1] Faidah dari tulisan Wakhidatul Latifah https://muslimah.or.id/3727-sifat-muslim-yang-sempurna.html
[2] Faidah dari Ustadz Riki, Lc. https://www.programjodoh.com/hadits-ke-11menjaga-lisan-dan-tangan/

Link video di YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=l-Y62IgXtws

Video Islami lainnya di Toko Buku Islam Lakumkitab.com https://lakumkitab.com/category/video-islami/

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *